Jumat, 03 Februari 2012

M

rindu, sesal, khawatir, juga gundah kali ini bertamu bersamaan. Tidak sopan, memang. Namun aku menganggap mereka sebagai teman dikala kesepian. iya, kesepian.

Beberapa hari yang lalu, aku dan perempuanku terjerembab kedalam sebuah kondisi, dimana aku ingin dipahami dan dia pun begitu, hingga kami tidak saling memberi, yang menyebabkan kami bertengkar dengan keadaan dan waktu yg benar-benar kurang mendukung. Tidak mendukung karena perempuanku sedang mengalami banyak beban mengenai pekerjaan nya dan kuliahnya, dan goblognya aku tidak sampai memikirkan itu.

Mungkin masalahnya sangat sederhana. Yaitu, ketika dia mention teman pria nya dan aku pun sangat cemburu melihatnya. Jujur saja, aku cemburu, aku tidak mau munafik. Namun aku juga sadar, bahwa kecemburuanku dan kemarahanku waktu itu kurang tepat dalam hal penyampaian nya atau bisa dibilang tidak tahu waktu, karena ia sedang sibuk-sibuknya menyiapkan untuk event dari perusahaannya. Hingga kami pun terlibat dalam sebuah percakapan melalui telepon dan dia pun berbicara jika aku jangan dulu menghubunginya untuk sementara waktu. Dan seketika itu pula, Jantungku tiba-tiba berdegup kencang, meskipun pada akhirnya dapat aku tutupi dengan ketenanganku. Namun mendengarnya bicara seperti itu, aku jadi seperti manusia yang paling salah, aku jadi manusia yang paling tidak bisa memahami. Rasanya usahaku dari kemarin untuk memahami situasi sama sekali tidak berguna, gara-gara kesalahan semacam ini. Tidak bohong, aku pun sangat menyesalinya, dan aku pun mencoba bertanggung jawab dengan menyetujui perintahnya untuk tidak menghubunginya sementara.
****************************************
3 hari sudah, komunikasi kami sedikit pudar, biasanya aku selalu cinta ketika harus mengucapkan kalimat selamat pagi kepadanya, kali ini aku ragu untuk itu, aku merasa kalo dia tidak dalam posisi yg sama sepertiku.

Hari ini dia pun harus bekerja sibuk, untuk mempersiapkan event nya besok hari.
Dan aku pun tiba-tiba dihubungi oleh salah seorang teman, untuk meeting dengan para pengurus acara musik yg akan kami jalani.
Aku pun pergi meeting dengan pikiran yang sama sekali tidak enak, hati yang sangat kacau, dan gairah pun tidak ada. Entah kenapa, aku hanya menyesali perbuatanku kemarin itu. Dan aku pun bingung, kenapa perempuanku mengambil keputusan secepat itu, tapi tidak apa-apa, aku berhak mendapatkan ini, agar aku dapat terus belajar bagaimana menyikapi suatu masalah, dan memahami posisi perempuanku.

Saat ini aku hanya menunggu, dan sebentar-sebenttar menghubungi dirinya.
Namun 3 hari ini, aku sering tidak bisa tidur, entah kenapa.
selalu membayangkan dirinya saja, aku rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar