Sabtu, 26 November 2011

Sampai aku menemukan "kita"

Bawa aku melewati detik-detik yang baku itu. Detik-detik ketika kita saling bertukar nafas. Beberapa detik yang mampu membuat makna hingga sebanding dengan kurun waktu yg melebihi detik. Lalu aku akan membawa mu melewati detik itu juga, detik-detik ketika kita saling bertukar pandangan, detik-detik dimana kita hanya mengangguk atau tersenyum. Detik-detik dimana kita akan terenyuh satu sama lain. Detik-detik yang akan kita lewati menjadi menit.

Dan kita pun sampai pada menit. Menit memberikan kita kesempatan untuk bercakap, memberikan kita kesempatan untuk tersenyum dan memberikan kita sesuatu untuk kita perbincangkan. Hingga sampai menit tersebut menjadi hitungan jam.

Ber jam-jam terkadang kita habiskan untuk sebuah perbincangan dan pelukan. Ber jam-jam juga pernah kita habiskan untuk sekedar berdebat dan meminta maaf. Ber jam-jam juga cukup sering kita habiskan hanya untuk menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola yang kita sukai. Berjam-jam juga selalu kita habiskan untuk berleha-leha. Dan entah berapa jam aku telah kita lewati sama-sama, hingga muncul menjadi hari.

Hari-hari dimana akan kita lewati berdua atau mungkin nanti akan menjadi bertiga, berempat, berlima mungkin, entah. Hari-hari dimana kamu akan menyiapkan sarapan untukku. Sering menyetrikakan kemejaku. Menyiapkan sarapan untuk kita. Membetulkan letak kancing kemejaku yang terkadang tidak rapih. Memasangkan dasi untukku. Mempersiapkan segala kebutuhan rumah dan rumah tangga. Di hari-hari itu kamu yang akan sering menunggu ku dibalik pintu, membukakan pintu untukku. Menanyaiku tentang hari itu. Dan aku yang akan menjagamu tiap waktu. Membangunkanmu setiap subuh. Memelukmu disaat kamu sendiri sudah terlelap. Mengecup keningmu disaat kamu sedang mencuci piring. Aku yang akan selalu makan makanan yg paling bergizi dan menyehatkan dari hasil masakanmu. Meminum kopi manis yg telah kamu buatkan setiap pagi dan malam. Mengantarmu menuju kamar mandi ketika kamu ingin buang air kecil pada tengah malam. Menyalakan lilin untukmu disaat keadaan rumah gelap karena mati lampu.

Kita yang akan melewati detik, menit, jam dan hari bersama-sama. Menempuh segala bentuk kendala dan simpangan. Memberi dan menerima dengan bijak. Berbahagia dan bersedih bersama. Kita yang satu. Kita yang kekal. Kita yang diridhoi. Aminn

(terima kasih untuk kita, untuk kamu. Sampai aku menemukan kita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar