Maaf maily, dulu aku sangat bodoh dalam memandang diri mu secara sebelah mata. Namun saat ini dan seterusnya aku tidak ingin melakukan kesalahan kedua kalinya, aku akan menjaga dirimu sekuat diriku dan setegar hatiku. Aku tidak ingin menyebutmu orang yang baru, karena dari dulu sebenarnya aku sudah mengagumi mu, hanya aku jarang memperlihatkannya
Oh iya mey, aku juga ingin berterima kasih kepadamu karena kamu telah menyadarkan aku, tentang pentingnya dicintai. Selama ini aku rasa hanya kamu lah pacarku yang benar-benar memperlakukanku dengan baik, sehingga aku sangat merasa dicintai sepenuh hati olehmu, dan semoga kamu tidak cepat lelah mengenai ini. Dan aku bisa menarik kesimpulan, begitu bodohnya laki-laki yang melepaskanmu.
Tetapi bukan berarti aku tidak mencintaimu maily, entah apa lagi yang mesti aku ungkapkan kalo aku benar-benar mencintaimu, meskipun aku tau akan sulit untuk membuatmu percaya bahwa sekarang aku mencintaimu lebih dari yang kau tau selama ini.
Taukah kamu mey, aku baru merasakan lengkap setelah menjalani semuanya bersamamu. Kamu bisa melengkapi kekuranganku. Jika kita ibaratkan Aku sebagai IPA, kmu itu adalah IPS. Dan jika aku berperan sebagai sastra Indonesia, kamu ikut berperan sebagai sastra inggris, jika aku radhar panca kamu seperti dewi lestari, aku tidak bisa menjelaskan secara spesifik bagaimana kamu begitu melengkapi diriku, namun yang aku rasakan demikian.
Kita sadar mey, kita semua punya masa lalu, mau itu baik atau buruk. Namun mari kita sikapi semuanya secara bijak, bahwa sekarang kita sudah bisa bersama sama, mari kita saling menghargai itu dengan cara tidak pernah memandang semuanya ke belakang dengan penyesalan, dan aku sangat percaya kamu kalo kamu sudah sangat mengerti mengenai hal ini J
Aku ingin mendengar hatimu menjawab, dari pertanyaan ku “sudi kah kau tuk temani aku?” , karena pada waktu pertama kali kita ‘jadian’ aku sudah bertekad untuk menjaga hubungan ini selamanya. Hari ini, esok dan nanti J
Mey, aku ingin menyayangimu juga mencintaimu dengan penuh dengan keseimbangan. Tolong beri tahu aku, jika aku mencintaimu dengan ego-ku sendiri. Mey aku juga ingin memberikan kebahagiaan berdasarkan apa yang kita rasakan, jadi jika aku terlalu bahagia atas diriku sendiri tolong tegur aku.
Genggam tanganku mey, dan aku akan mengajakmu kemanapun yang bisa membuat dirimu bahagia.
Aku menyayangimu maily, baik kelebihanmu maupun kekuranganmu
Aku juga mencintaimu maily, mencintai keluarga mu, kehidupanmu dan juga dunia mu.
Izinkan aku untuk itu
“aku tidak mengharapkan pujian atas tulisan ini untuknya, tetapi aku berharap bisa melihat dia tersenyum dan meyakini dengan sepenuh hati jika aku benar mencintai dan menyayangi nya dan bisa mensyukuri bahwa ini adalah anugerah Tuhan yg harus kita terima dan kita jaga”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar